Usaha kreatif Bisnis Bunga Kering Yang Menggiurkan

Usaha kreatif Bisnis Bunga Kering Yang Menggiurkan, Indonesia memiliki jenis tumbuhan dan bunga-bunga yang indah. Namun, bunga-bunga asli tersebut mudah layu dan sulit pemeliharaannya. Bagi anda yang mamiliki hobi merangkai bunga, jenis kerjinan ini dapat dijadikan pelengkap dekorasi ruangan. Peluang bisnis kerajinan bunga kering ini terbuka lebar untuk dikembangkan.

cara membuat kerajinan bunga kering

MEMULAI BISNIS

. Mencari jenis bunga yang dapat di keringkan, misalnya bunga dahlia, rose, zinnia, lavender, helipterum, bunga-bunga liar (achillea, aconitum), kerisan dan sebagainya.
. Mempersiapkan alat dan bahan untuk pengeringan dan pengeleman, yaitu kertas karton, tali pengikat, gunting, kasa, hairspray, dan sebagainya.
. Memiliki ruang khusus untuk menyimpan bunga kering (tempat yang gelap) untuk mempertahankan warna bunga.
. Mencari reverensi jenis-jenis rangkaian bunga yang menarik bagi konsumen.
. Melakukan survei harga yang di tawarkan untuk rangkaian bunga.

STRATEGI BISNIS

. Menciptakan kreasi desain bunga kering yang unik dan tidak pasaran.
. Membuat daftar konsumen sehingga anda dapat menginformasikan koleksi desain bunga kering terbaru.
. Melakukan promosi dengan membuat iklan di media cetak, elektronik, dan online. Buat website perusahaan lengkap dengan foto dan nomor kontak untuk pemesanan.
. Bekerja sama dengan instansi/perusahan yang membutuhkn rangkaian bunga kering untuk keperluan bisnis atau acara tertentu.

cara membuat bunga dari daun kering

HAMBATAN BISNIS

. Persaingan dengan pebisnis lainnya
. Kurangnya inovasi dan kreasi dari jenis rangkaian bunga kering.

TIP SUKSES

. Menjaga kualitas bunga kering.
. Memberikan layanan antar yang tepat waktu.
. Menjaga hubungan baik dengn konsumen.
. Memberikan pelayanan yang ramah dan memuaskan.

ANALISIS BEP KERAJINAN BUNGA KERING
a. Investasi Awal (Ia)
1) Sewa tempat Rp 12.000.000,00
2) Stok bunga:
. Lavender Rp 1.500.000,00
. Roos Rp 1.500.000,00
. Dahlia Rp 1.000.000,00
. Jenis bunga lainnya Rp 1.500.000,00
3) Bahan/alat:
. Gunting 3bh Rp 100.000,00
. Kertas karton Rp 100.000,00
. Tali Rp 100.000,00
. Hairspray Rp 50.000,00
. Vas 10 bh Rp 250.000,00
. Buket Rp 200.000,00
4) Furnitur:
. Meja 1 bh Rp 400.000,00
. Kursi 5 bh Rp 250.000,00
. Rak 2 bh Rp 1.000.000,00
5) Biaya cadangan Rp 7.000.000,00
Total Investasi Awal (Ia) Rp 26.950.000,00

b. Biaya Operasional (Bo)
1) Pembelian bunga Rp 3.500.000,00
2) Peralatan:
. Plastik Rp 200.000,00
. Nota Rp 50.000,00
3) Gaji karyawan 2 orang Rp 2.000.000,00
4) Komunukasi Rp 250.000,00
5) Transportasi Rp 500.000,00
6) Promosi:
. Brosur Rp 300.000,00
. Kartu nama Rp 50.000,00
7) Biaya penyusutan 5 th Rp 25.833,33
8) Biaya lain-lain Rp 200.000,00
Total biaya operasional (Bo) Rp 7.075.833,33

c. Analisis BEP (Break Even Point)
1) Omzet per bulan (0) 8.000 bunga Rp 10.000.000,00
2) Total biaya perasional/bln (Bo) Rp 7.075.833,33
3) Laba/bln (Lb = 0 – Bo) Rp 2.924.166,67

BEP = Ia/Lb = 9,22 bulan

Asumsi:
. Asumsi harga satuan bunga kering @ Rp1.250,00.
. Target penjualan per bulan adalah 8.000 bunga.
. Sewa tempat di daerah komersial maupun pasar yang menjual aneka jenis bunga.
. Maa manfaat aset peralatan (furnitur) adalah 5 tahun (60 bulan), beban penyusutan per bulan jika nilai residu Rp100.000,00 adalah sebesar (Rp1.650.000,00 –
Rp100.000,00)/60 bulan = Rp25.833,33.

Asumsi pedapatan per bulannya:
bulan 1:5000 bulan 2:7500 bulan 3:8000 bulan 4:8500 bulan 5:9000 bulan 6:10000 Total :48000
Rata-rata per bulan =
Total asumsi/6 bulan = 48.000/6 = 8.000 bunga

Pelajari Juga : Analisa Cara Memulai Bisnis Aksesoris Interior Rumah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *