Analisa Cara Memulai Bisnis Aksesoris Interior Rumah

Peralatan interior rumah dengan desain yang menarik akan menambah keindahan rumah idaman anda. Barang interior rumah memiliki segmen pasar sendiri, dari bentuk dekoratif seperti pajangan dinding, jam, hingga yang memiliki fungsi khusus seperti lampu hias, karpet, spei, dan lainya.

Sungguh manis jika anda bisa memadu padankan barang-barang terebut dengan tema desain, itu, bagi anda yang tertarik untuk memulai bisnis ini, mulailah dari sekarang untuk mencari barang-barang yang banyak dicari oleh para konsumen. Berikut tahapan Analisa cara memulai bisnis aksesoris interior rumah.

memulai usaha furniture minimalis

TAHAP MEMULAI BISNIS
. Mencari supplier barang interior rumah.
. Mencari tempat yang strategis seperti di mal, pusat perbelanjaan, ataupun tempat lain yang mudah dijangkau konsumen.
. Menawarkan harga produk yang terjangkau oleh konsumen.
. Menawarkan jenis produk yang variatif.
. Membuat daftar produk yang akan dijual.
. Memajang barang di etalase shingga konsumen dapat melihatnya kapanpun.

STRATEGI BISNIS
. Ikuti pameran secara berkala.
. Berikan harga lebih murah dibanding toko lain.
. Selalu bersikap ramah terhadap konsumen.
. Tata ruang atau display serapi dan semenarik mungkin.

HAMBATAN BISNIS
. Perputaran uang atau modal berjalan sangat lambat karena barag yang di tawarkan bukanlah barang habis dalam sekali pakai.
. Banyaknya pesaing.

TIPS SUKSES
. Menjaga kepercayaan konsumen dengan menjaga hubungan baik dengan mereka.
. Selalu mencari referensi tren produk terbaru.

modal awal usaha mebel

ANALISIS BEP PERALATAN INTERIOR RUMAH
a. Investasi Awal (Ia)
1) Sewa tempat Rp 12.000.000,00
2) Furnitur:
. Meja 5 bh Rp 2.000.000,00
. Kursi 10 bh Rp 500.000,00
. Etalase kaca 2 bh Rp 2.000.000,00
. Lemari 2 bh Rp 1.000.000,00
3) Komputer 1 unit Rp 3.000.000,00
4) Stok barang interior:
. Lampu 25 bh Rp 6.250.000,00
. Bed cover 35 bh Rp 10.500.000,00
. Karpet 40 bh Rp 14.000.000,00
. Lemari 35 bh Rp 35.000.000,00
. Sofa 25 bh Rp 62.500.000,00
. Peralatan lain Rp 5.000.000,00
5) Biaya cadangan Rp 60.000.000,00
Total investasi awal (Ia) Rp 213.750.000,00

b. Biaya Operasional (Bo)
1) Pembelian barang interior Rp 55.000.000,00
2) Perlengkapan:
. Peralatan ATK Rp 150.000,00
. Plastik Rp 150.000,00
. Nota Rp 50.000,00
3) Gaji karyawan 5 0rang Rp 5.000.000,00
4) komunikasi Rp 350.000,00
5)Transportasi Rp 500.000,00
6) Listrik dan air Rp 500.000,00
7) Promosi:
. WEbsite Rp 1.500.000,00
. Kartu nama Rp 150.000,00
. Brosur Rp 350.000,00
8) Biaya penyusutan peralatan 5 th Rp 236.083,33
9) Biaya lain-lain Rp 500.000,00
Total biaya operasional (BO) Rp 64.436.083,33

c. Analisis BEP (Break Even Point)
1) Omzet rata-rata per bulan (O) 150 bh Rp 90.000.000,00
2) Total biaaya operasional/bln (Bo) Rp 64.436.083,33
3) Laba/bln (Lb = O – Bo) Rp 25.563.916,67
BEP = Ia/Lb = 8,36 bulan

Asumsi:
. Harg rata-rata peralatan interior rumah @Rp 600.000,00, target per bulan terjual 150 produk.
. Masa manfaat aset peralatan adalah 3 tahun (36 bulan), beban penyusutan per bulan jika nilai residu Rp 1.000,00 adalah sebesar (Rp8.500.000,00 – Rp1.000,00)/60 bulan
= Rp236.083,33 per bulan.

Asumsi pendapatan per bulannya:
bulan 1:50 bulan 2:100 bulan 3:10 bulan 4:170 bulan 5:200 bulan 6:250 Total 900

Rata-rata penjualan produk per bulan:
total asumsi/6 bulan = 900/6 = 150 produk.

Baca juga : Prospek Cerah Bisnis Keripik Buah Dan Analisa Usahanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *